Pendidikan Matematika FIP UMJ Kirim 9 Mahasiswa di Ajang Calculus Cup X UNJ

Sembilan mahasiswa Prodi Pendidikan Matematika FIP UMJ siap berkompetisi di ajang Calculus Cup X yang diselenggarakan pada hari Sabtu, 8 September 2018 di Universitas Negeri Jakarta (UNJ). Sembilan mahasiswa yang merupakan mahasiswa aktif semester 3 dan 5 tersebut terbagi ke dalam 3 tim : Tim Polaris (Abdul Rohim, Muhammad Alpadery, Evy Arsita Damayanti); Tim Sirius (Devina Hapsari Putri, Fiki Fathy Izzatillah, Siti Fatimatuz Zahro); Tim Arcturus (Bakhitah, Muhammad Itsnan Hidayat, Sarah Istiqomah). Ini merupakan kali pertama prodi pendidikan matematika FIP UMJ mengirimkan delegasi pada kegiatan Calculus Cup, mudah-mudahan ke depannya dapat terus berpartisipasi dalam ajang rutin kompetisi tahunan tersebut. Selamat berkompetisi… Do your best and Allah will do the rest, because Allah is the best of planner. (MT)

Workshop Matematika Asik Bersama Papa Lodi

Pada hari Minggu tanggal 5 Agustus 2018, HIMATIKA (Himpunan Mahasiswa Matematika) Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Jakarta sukses menggelar acara Workshop “Let’s Talk About Mathematics with Magical Technique” bersama Papa Lodi. Acara yang berlangsung di Aula Pascasarjana UMJ ini diikuti oleh 126 peserta yang terdiri atas mahasiswa, guru, dosen, serta praktisi di bidang matematika.

Kegiatan diawali dengan tes diagnostik siswa SD Lab School FIP UMJ kemudian dilanjutkan dengan pembukaan acara oleh kaprodi Pendidikan Matematika FIP UMJ ibu Rahmita Nurul Muthmainnah, M.Pd., M.Sc. Selanjutnya, Papa Lodi memberikan gambaran umum rendahnya pemahaman dasar matematika siswa di Indonesia serta membagikan ilmunya bagaimana cara mengatasi siswa yang kesulitan menerima pelajaran matematika. Dengan gayanya yang khas, Papa Lodi sukses membuat seluruh peserta workshop enggan untuk meninggalkan bangku mereka dikarenakan tidak ingin melewatkan materi yang diberikan. Games-games serta humor matematika yang Papa Lodi berikan membuat acara yang berlangsung sejak pukul 08:00 sampai dengan 18:00 terasa sangat menyenangkan dan tidak membosankan. Di akhir acara, Papa Lodi mengingatkan kembali bahwa pada dasarnya matematika itu mudah dan asik, cara penyampaiannya yang salah itulah yang sering membuat matematika terlihat susah dan menakutkan. (MT)